Menu Close

Feb Uns Gelar Talkshow Sukses Menjadi Entrepreneur Muda Di Period Disrupsi

Ikuti pelatihan, workshop, atau kelas-kelas hobi untuk mengasah kemampuanmu. Jiwa dan semangat wirausaha dapat dipupuk dan dikembangkan sejak sekarang. Membangun kedekatan dengan calon konsumen, terutama jika usaha kamu masih baru.

Media ini juga dianggap lebih efisien dalam hal biaya maupun waktu yang diperlukan untuk promosi produk. Usia, jenis kelamin, pendapatan, ras, dan budaya kelompok goal Anda akan memainkan peran besar dalam menentukan di mana Anda dapat membuka toko. Lebih lanjut dipaparkan, pandemi Covid-19 membuat ruang gerak menjadi terbatas. Sehingga, pengusaha muda harus memahami kedepan era adaptasi kebiasaan baru sedikit banyaknya akan mempengaruhi pola bisnis. Ketua Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kabupaten Agam, Eka Eraska, SH menuturkan pengusaha muda harus dapat menyesuaikan diri dan memiliki kreativitas dalam situasi pandemi Covid-19.

Cara menjadi pengusaha muda

Keluarga kelas ekonomi menengah ke atas dengan anak usia SD dan SMP di Depok dan sekitarnya. Menemukan ketrampilan dan sikap yang mendukung “budaya merek” yang ingin Anda promosikan akan mendorong inovasi dan meningkatkan reputasi Anda. Sertakan orang-orang dari luar perusahaan untuk menambah orang-orang yang Anda andalkan.

Adik kandung Ketua Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A, ini juga mengatakan kaum muda umumnya mampu mengungkapkan pikiran dengan gaya bahasa unik dan asyik. Mampu menceritakan hal-hal abstrak dan sulit ke bahasa yang lebih mudah. “Dengan kreativitasnya yang tinggi, biasanya kaum muda akan terus mengasah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang lebih baik.

Maka dari itu, carilah minat dan bakat yang Sobat Pintar minati. Buatlah bisnis yang sesuai dengan bakat Sobat Pintar, dengan begitu Sobat Pintar akan lebih nyaman dan senang menjalankan bisnis yang Sobat Pintar jalani. Sebuah usaha yang mulai berkembang mungkin akan memiliki beberapa perkembangan yang tidak terduga seiring berjalannya waktu.

Ayah dua anak ini tak pernah takut gagal; ia selalu optimis dalam memandang setiap impian. Karena itu, dalam waktu singkat, CT berhasil membangun kembali bisnis yang goyah akibat keretakan tim. Kemudian, ia mendirikan Para Group dengan perusahaan induk Para Inti Holdindo. Akhirnya, CT berhasil melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi hingga mendapatkan gelar MBA dari Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen .