Menu Close

Peluang Bisnis Di Masa Pandemi Covid 19

Sobat maha masih taukan apa saja yang dapat kalian lakukan sebagai mahasiswa yang produktif atau sudah lupa nih?? Agar sobat tidak lupa kami akan memberikan buletin tentang bagaimana cara menjadi mahasiswa produktif dimasa pandemi. Winthorpe Ventures mengadakan pelelangan untuk memahami apakah aset digital memiliki nilai yang mirip dengan bentuk fisiknya.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan-kebijakan dalam rangka pemulihan ekonomi serta menekan lajunya penyebaran Covid-19 dan kita semua hendaklah mematuhi protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Prioritas kegiatan kebanyakan mahasiswa di kampus-kampus AS sekarang adalah memindahkan barang-barang mereka keluar dari kampus secepatnya. Mereka mempersiapkan diri untuk mengikuti kuliah online sebagai dampak penyebaran virus corona.

Namun, karena usaha baru ini menjadi tumpuan baru pendapatan sedang penghasilan rutin Anda tengah terpukul, pastikan Anda bijak menggunakan modal kerja sembari tetap serius menjalankannya. D tengah kelesuan ekonomi akibat pandemi ini, bukan berarti tidak tersisa peluang dan kesempatan sama sekali. Masih banyak peluang bisnis-bisnis baru yang bisa Anda jajaki dan berpotensi menghasilkan keuntungan di tengah kondisi krisis. Merintis bisnis yang prospektif juga bisa menjadi jalan keluar bagi Anda yang saat ini secara finansial telah terimbas pandemi. Bagaimana langkah memulai bisnis di tengah pandemi dan kelesuan ekonomi seperti saat ini?

Pelaku bisnis UKM biasanya baru bisa bergerak untuk mulai proses ekspansi setelah wabah Virus Corona atau pandemi mulai reda. Mewabahnya Virus Corona membuat perekonomian lesu dan sulit melakukan penjajakan produk di dalam maupun ke luar negeri. “Terus aku mikir lagi, kira-kira apa sih yang bisa dijadikan pendapatan sementara selama vakum, kebetulan saat itu lagi booming-nya belanja bunga, jadi aku coba buka usaha pot bunga untuk sementara aja,” ujarnya. Produk racikan Firza antara lain tas ransel, tas selempang hingga topi yang dibanderol dari Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu dan telah terjual ribuan produk. Tidak hanya laku di Medan, produknya juga sudah sampai ke luar kota seperti Jawa, Padang hingga Sulawesi.

Bisnis mahasiswa saat corona

Sandiaga menyontohkan, pebisnis saat ini diuntungkan dengan perilaku masyarakat yang berubah menjadi serba online. “Namun, pengemasannya harus bagus kreatif dan inovatif. Pemasarannya pun bisa berbasis silaturahmi sosial media. Dengan begitu kita mampu melakukan penjualan produk,” imbuhnya. Dalam paparannya Sadiaga mengatakan mahasiswa tak boleh pesimis dan tetap harus bersemangat beraktivitas mulai belajar maupun berbisnis di tengah pandemi meski hanya bisa dilakukan di rumah.

Produsen makanan ringan asal Bandung tersebut mampu meraih penjualan hingga tiga kali lipat selama pandemi. Kunci suksesnya berasal dari kejelian menarik minat pembeli dari berbagai penawaran diskon. Contohnya, Es Teler 77 yang melakukan strategi penjualan produk makanan beku .

Hal itu dilakukan agar para tamu dan pengunjung dari luar Swiss tidak perlu datang untuk pameran tersebut. Kemarin juga diberitakan bahwa Liga Italia akan tetap dilaksanakan pada musim kompetisi ini dengan tanpa penonton. Kebiasaan baru di masyarakat seiring pandemi corona akan memunculkan peluang-peluang bisnis baru.

Jika menjual produk sendiri dirasa berat, maka Anda bisa menjalankan skema drop shipper dan reseller. Anda juga bisa mempelajari cara sukses berjualan online shop di Instagram melalui kursus di Skill Academy. Pemerintah sudah mengimbau untuk selalu menggunakan masker di ruang publik. Untuk mengatasi kekurangan masker medis, masyarakat pun dianjurkan untuk menggunakan masker kain. Nah, peluang ini bisa Anda manfaatkan untuk mencari penghasilan tambahan.

Beberapa media berita sudah mengkonfirmasi, bahwa harga emas di tengah wabah kini semakin melonjak. Kalau kamu tidak bakat di bisnis makanan, kamu bisa nyoba bisnis emas berbasis on-line. Banyak e-commerce yang menyediakan fasilitas asuransi, biar emas jualan kamu lebih aman.

Sebab, harga tanaman hias yang dibudidaya juga memiliki harga yang variatif mulai dari belasan ribu hingga ratusan juta Rupiah. Pebisnis ikan cupang dari Kediri, Agus Torif Yusuf mengaku bisnisnya justru melejit saat pandemi. Dalam sebulan, ikan cupang milik Agus justru mengalami lonjakan permintaan dari dalam maupun luar negeri.